Friday, November 7, 2008

BENINGKAN HATI KITA

Banyak manusia yang berkeinginan dapat mempunyai kelebihan kelebihan dalam ruhaniyahnya, dapat menerawang jauh kedepan tentang kejadian yang akan datang. tentu hal ini tidaklah mudah untuk sampai ke arah itu. Jika kita membaca sejarah banyak ulama ulama terdahulu yang mempunyai daya linuwih atau kemampuan ruhaniyah yang sangat tajam, hal ini karena para ulama tersebut mempunyai hati yang bening, bersih dari kotoran/ debu yang menempel. Para Ulama itu mempunyai ilmu dan dengan ilmu itu mereka melakukan riyadloh - riyadloh ( latihan). Nah, agar dapat mencapai puncak ma'rifat dan agar dapat memperoleh mata batin yang tajam/awas dalam memandang yang gaib maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah:
1. TAUBAT
Taubat dapat membersihkan hati dari debu - debu yang menempel di hati. sebuah pertanyaan yang sangat menggoda kita , mengapa kita jauh dari Allah Swt? ini dikarenakan kita terlalu banyak berdosa

Thursday, November 6, 2008

RIYA' DALAM BERAMAL

SESUNGGUHNYA SETIAP AMAL ITU TERGANTUNG NIATNYA. HENDAKLAH SETIAP AMAL PERBUATAN, KITA SANDARKAN PADA NIAT KARENA ALLAH SWT. SEBUAH AMAL YANG BAIK BANYAK DARI SESEORANG ITU APALAH GUNANYA APABILA TAK DIBARENGI DENGAN IHLAS. HENDAKLAH SETIAP MUKMIN MENANAMKAN KEIHLASAN DALAM LUBUK HATI YANG SANGAT DALAM. APABILA TIDAK MAKA AMAL SALEH YANG BERBUAH IHSAN TENTU TIDAKLAH TUMBUH

Wednesday, November 5, 2008

8 CIRI ORANG YANG TAKUT PADA ALLAH SWT

8 CIRI ORANG YANG TAKUT PADA ALLAH SWT

  1. Nampak nyata pada lisan /ucapannya , ia pandai mengekangnya dari dusta , menggunjing dan omong-omong tiada berarti, bahkan disibukkan dengan berdzikir kepada Alloh, membaca Al Qur’an dan diskusi ilmu/mudzakarah.
  2. Takut dalam hal pengisi perut , ia tidak mengisinya kecuali dengan halal dan sederhana , ia makan dari yang halal sekedar perlu/ hanya secukupnya saja.
  3. Takut dalam hal pendangan mata , ia tidak membuka mata untuk hal hal yang haram, dan tidak pula memandang harta dunia penuh cinta, namun ia memandangnya sekedar perlu/ hanya secukupnya saja.
  4. Takut dalam hal uluran tangan , ia tidak berani mengulurkan / menggerakkanyya untuk hal hal yang haram, tetapi hanya untuk kepentingan taat keapda Alloh.
  5. Takut dalam hal jalan kaki, ia tidak berani menggunakannya untuk laku maksiat, namun hanya untuk kepentingan taat/ beribadah.
  6. Takut dalam urusan hati, ia singkirkan dendam permusuhan , marah dan dendam dengki terhadap sesame kawan muslim, yang tersisa hanyalah saling menasehati dan menyayangi diantara sesame kawan.
  7. Adalah takut dalam urusan taat kepada Alloh , ia taat beribadah penuh keikhlasan , hanya menuntut ridlo Alloh, ia takut riya dan nifak.
  8. Takut dalam urusan telinga , ia tidak mendengarkan , kecuali hal hal yang benar.

MAULID NABI SAW

MERAYAKAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Ketika memasuki bulan Rabiul Awal , umat Islam merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan berbagai cara, baik dengan cara yang sederhana maupun dengan cara yang cukup meriah. Pembacaan shalawat, barzanji dan pengajian – pengajian yang mengisahkan sejarah Nabi SAW menghiasi hari – hari bulan itu. Lalu bagaimana sebenarnya hukum merayakan Maulid Nabi SAW ?

Sekitar lima abad yang lalu pertanyaan seperti itu juga muncul . Dan Imam Jalaluddin al-Suyuthi ( 849H-911H) menjawab bahwa perayaan Maulid Nabi SAW boleh dilakukan sebagaimana dituturkan dalam al-Hawi Li al- Fatawa:

فقد وقع السؤا ل عن عمل المولد النبو ي في شهر

Ada sebuah pertanyaan tentang perayaan maulid Nabi SAW pada bulan Rabi’ul Awal , bagaimana hukumnya menurut syara’. Apakah terpuji ataukah tercela? Dan apakah orang yang melakukannya diberi pahala ataukah tidak ? Beliau menjawab,” Jawabannya menurut saya bahwa asal perayaan Mulid Nabi SAW , yaitu manusia berkumpul , membaca al Qur’an dan kisah kisah teladan Nabi SAW sejak kelahirannya sampai perjalanan hidupannya. Kemudian menghidangkan yang dinikmati bersama , setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan , tidak lebih. Semua itu termasuk bid’ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena menganggungkan derajat Nabi SAW, menampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang mulia. ( Al Hawi Li al – Fatawi, Juz I, Hal 251-252)

Jadi sebetulnya hakikat perayaan Maulid Nabi SAW itu merupakan bentuk pengungkapan rasa senang dan syukur atas terutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia ini. Yang diwujudkan dengan cara mengumpulkan orang banyak . Lalu diisi dengan pengajian kaimanan dan keislaman, mengkaji sejarah dan akhlaq Nabi SAW untuk diteladani. Pengungkapan rasa gembira itu memang dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan anugrah dari TUhan . Sebagaimana firman Allah SWT :

58. Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".

Ayat ini, jelas – jelas menyuruh kita umat Islam untuk bergembira dengan adanya rahmat Allah SWT . Sementara Nabi Muhammad SAWadalah rahmat atau anugrah Tuhan kepada manusia yang tiada taranya. Sebagaimana firman Allah SWT .

107. Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Sesungguhnya , perayaan maulid itu sudah ada dan telah lama diakukan oleh umat Islam. Benihnya sudah ditanam sendiri oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah Hadits diriwayatkan ;

“ diriwayatkan dari Abu Qotadah al Anshari RA, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa Senin. Maka beliau menjawab , Pada hari itulah aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku.”( Shahih Muslim(1977)

Betapa Rasulullah SAW begitu memuliakan hari kelahirannya.