Wednesday, November 5, 2008

MAULID NABI SAW

MERAYAKAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Ketika memasuki bulan Rabiul Awal , umat Islam merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan berbagai cara, baik dengan cara yang sederhana maupun dengan cara yang cukup meriah. Pembacaan shalawat, barzanji dan pengajian – pengajian yang mengisahkan sejarah Nabi SAW menghiasi hari – hari bulan itu. Lalu bagaimana sebenarnya hukum merayakan Maulid Nabi SAW ?

Sekitar lima abad yang lalu pertanyaan seperti itu juga muncul . Dan Imam Jalaluddin al-Suyuthi ( 849H-911H) menjawab bahwa perayaan Maulid Nabi SAW boleh dilakukan sebagaimana dituturkan dalam al-Hawi Li al- Fatawa:

فقد وقع السؤا ل عن عمل المولد النبو ي في شهر

Ada sebuah pertanyaan tentang perayaan maulid Nabi SAW pada bulan Rabi’ul Awal , bagaimana hukumnya menurut syara’. Apakah terpuji ataukah tercela? Dan apakah orang yang melakukannya diberi pahala ataukah tidak ? Beliau menjawab,” Jawabannya menurut saya bahwa asal perayaan Mulid Nabi SAW , yaitu manusia berkumpul , membaca al Qur’an dan kisah kisah teladan Nabi SAW sejak kelahirannya sampai perjalanan hidupannya. Kemudian menghidangkan yang dinikmati bersama , setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan , tidak lebih. Semua itu termasuk bid’ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena menganggungkan derajat Nabi SAW, menampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang mulia. ( Al Hawi Li al – Fatawi, Juz I, Hal 251-252)

Jadi sebetulnya hakikat perayaan Maulid Nabi SAW itu merupakan bentuk pengungkapan rasa senang dan syukur atas terutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia ini. Yang diwujudkan dengan cara mengumpulkan orang banyak . Lalu diisi dengan pengajian kaimanan dan keislaman, mengkaji sejarah dan akhlaq Nabi SAW untuk diteladani. Pengungkapan rasa gembira itu memang dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan anugrah dari TUhan . Sebagaimana firman Allah SWT :

58. Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".

Ayat ini, jelas – jelas menyuruh kita umat Islam untuk bergembira dengan adanya rahmat Allah SWT . Sementara Nabi Muhammad SAWadalah rahmat atau anugrah Tuhan kepada manusia yang tiada taranya. Sebagaimana firman Allah SWT .

107. Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Sesungguhnya , perayaan maulid itu sudah ada dan telah lama diakukan oleh umat Islam. Benihnya sudah ditanam sendiri oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah Hadits diriwayatkan ;

“ diriwayatkan dari Abu Qotadah al Anshari RA, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa Senin. Maka beliau menjawab , Pada hari itulah aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku.”( Shahih Muslim(1977)

Betapa Rasulullah SAW begitu memuliakan hari kelahirannya.

No comments:

Post a Comment